Oktober 20, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

LSM Flofa Aceh Gunakan Bakterisida dan Fungisida Untuk Memberantas Penyakit Busuk Akar dan Batang Padi

Penyakit Busuk Akar dan Batang

BIREUEN : Sekitar 10 hektare tanaman padi di Desa Cot Tunong dan Cot Tufah, Kecamatan Gandapura Bireuen, Aceh diserang penyakit busuk akar dan batang. Beberapa petani di sana berhasil memberatas bakteri penyebab penyakit tersebut dengan menggunaan bakterisida dan fungisida, sehingga LSM Flofa Aceh mengajurkan petani menggunakan Foxxin.

Ketua LSM Flora dan Fauna (Flofa) Aceh, Darwis Kuta, Senin (8/3) menjelaskan, penyakit busuk akar dan batang yang diakibat bakteri dan jamur itu, akan berdampak pada produktivitas panen. Sementara sekitar 10 ha sawah warga di Kecamatan Gandapura, Bireuen telah diserang penyakit tersebut. “Kita sudah turun ke lokasi mencoba menggunakan Foxxin, Alhamdulillah berhasil,” ungkap Darwis. Flofa Aceh menggunakan jenis Bakterisida dan Fungisida Foxxin untuk membantu masyarakat di sana.

Menurutnya, keluhan penyakit busuk akar dan batang disampaikan petani Gandapura pekan lalu. “Pekan lalu, Saiful Anwar,33, petani Cot Tunong telah meminta kita mencari solusi mengatasi penyakit busuk akar dan batang,” tambah Darwis Kuta. Setelah anggota LSM turun langsung ke Cot Tunong, Flofa Aceh mencoba menggunakan Foxxin.

Setelah dilakukan penyemprotan dengan bakterisida dan fungisida, tanaman berangsung membaik. “Bakterisida dan Fungsida yang kita semprot berasal dari Foxxin,” jelas Darwis kembali. Sehingga petani di sana dianjurkan menggunakan Foxxin.

Selain itu, Flofa Aceh juga memberikan penyuluhan kepada petani di sana. dalam penjelasanya Ketua LSM Flofa Darwis Kuta mengatakan, jenis bakterisida dan fungsida ini bekeja secara kontan dan sistemik. “Berbentuk larutan pekat berwarna merah tua untuk mengendalikan penyakit busuk akar dan batang, hawar daun pada tanaman padi,” jelasnya. Selain itu juga bisa digunakan penyakit layu bakteri pada tanaman tomat dan cabai.

BACA JUGA :   Tiga Pilar Tak Bosan Gencarkan Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Basri pemerhati tanaman padi dari LSM Flofa Aceh menyebutkan, penyakit busuk batang dan daun sudah sering menyerang tanaman padi. Selain di Bireuen, penyakit tersebut juga menyerang tanaman padi di Aceh Utara dan Aceh Timur. “Petani sudah menggunakan berbabai pembasmi jamur dan bakteri, namun belum berhasil,” jelasnya.

Menurut Basri, para petani telah mengeluarkan tidak sedikit biaya untuk mengantisipasi penyakit itu, namun belum berhasil. “Menurut petani, per amah (1.600 meter persegi-red) lahan sawah, menghabiskan sekitar Rp300.000 untuk biaya memberantas penyakit,” kata Basri. Flofa telah berusaha mengatasi masalah tersebut, sehingga produktivitas panen tidak terganggu. Diantaranya melakukan penyuluhan dan membantu Foxxin kepada petani.(S)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: