Pendidikan Era Pandemi

Pendidikan Era Pandemi

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan secara global. Baik dalam konteks ruang, waktu mau pun bidang. Dapat dikatakan bahwa tidak satu pun negara dan bidang yang tidak terpapar pengaruh Covid-19.

Pandemi juga menuntut dan mendorong pemerintah untuk terus berupaya mencari terobosan bagaimana dapat menanggulangi dampak Covid-19. Sekaligus juga memutus mata rantai penyebarannya. Tugas yang tidak mudah. Berperang melawan sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga pergerakannya pun serupa misteri.

Dunia pendidikan adalah ruang yang mengalami transformasi besar-besaran dengan adanya pandemi ini. Kondisi ini lahir karena keadaan darurat, akibat penyebaran Covid-19. Untuk wilayah Indonesia saja, jika berpatok pada rilis secara nasional, sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada satu provinsi pun yang tidak terpapar. Imbasnya, tentu saja akan menjalar ke kabupaten, kota, kecamatan dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain selain ikut mempersiapkan diri untuk menangani dan menyekat penyebaran liar virus ini.

Melihat kebijakan yang ditetap dan berlakukan oleh pemerintah pusat (dan daerah) untuk penanggulangan pandemi ini, sudah sangat terencana, sistematis, gradual serta massif dengan mengerahkan seluruh kemampuan pemerintah. Sepatutnya, upaya ini juga didukung penuh oleh masyarakat. Dalam konteks kebijakan, masyarakat dapat terlibat upaya menyekat penyebaran covid-19 dengan mengikuti anjuran pemerintah. Bekerja, belajar, mengajar dan beribadah di rumah. Andai pun harus berada di luar rumah, maka sedapat mungkin dengan mematuhi protap penanganan Covid-19.

Terkait dengan pendidikan, belajar dan mengajar dari rumah sesungguhnya bukan merupakan hal yang aneh dan tidak perlu dibesar-besarkan. Karena, sejatinya di rumahlah pendidikan bermula dan dilakukan. Dengan begitu, kita sudah menempatkan pendidikan pada tempatnya semula, kembali kepada keluarga. Keluargalah inti pokok dari bangunan kesehatan mental masyrakat. Ia akan menjadi cermin dari perilaku yang berkembang di tengah masyrakat.

BACA JUGA :   Prosedur Penyusunan Skripsi

Keluarga menjadi memiliki waktu yang lebih banyak lagi untuk bersama. Meletakkan dasar-dasar pendidikan yang indah dengan cara yang baik kepada anak untuk melengkapi khasanah pengetahuan yang diperoleh anak di bangku sekolah. Berusaha sekuat daya membimbing anak dengan pola pendidikan terbaik dalam keluarga. Mengembalikan kehangatan keluarga yang pada waktu sebelumnya banyak tersita oleh urusan pekerjaan dan aktivitas lain di luar rumah.

Semaksimal mungkin keluarga menghindari adanya unsur keterpaksaan dalam mendampingi anak belajar di rumah. Meski memang akan terasa cukup sulit, mengingat selama ini keluarga sudah terbiasa menyerahkan anak sepenuhnya kepada sekolah. Akan tetapi, sangat banyak cara untuk menyiasati hal tersebut. Memanfaatkan berbagai fasilitas IPTEK yang dewasa ini berkembang pesat, merupakan salah satu solusi cerdas agar masing-masing kita lebih akrab dengan kondisi baru. Beradaptasi dengan kondisi, akan menjadi pilihan terbaik dari pada menentang kondisi tanpa ilmu yang memadai.

Mari, jaga diri dan masyarakat kita. Tetap jaga kesehatan dan kembangkan kecerdasan. Semoga pandemi Covid_19 lekas berlalu dan kita hidup normal kembali. Meski, dengan ketentuan dan cara yang berbeda dari sebelumnya. Bukankah segala sesuatu memilik proses dan saatnya sendiri?

#ichaqrasyid

Bagikan Yok!
Share
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
%d blogger menyukai ini: