• Rab. Jul 28th, 2021

Mengenal Desa Tertinggal di Indonesia, Hidup Jauh dari Canggihnya Teknologi

Bydesi sukma sari

Jan 7, 2021

Di jaman sekarang ini orang-orang merasa tidak dapat hidup tanpa teknologi, salah satu teknologi yang tidak pernah lepas yaitu gadget. Jangankan orang lain, kita sendiri saja merasa hampa tanpa gadget sehari saja. Namun tahu kah kamu bahwa ternyata di Indonesia masih ada loh desa yang menjauhkan penduduknya dari modernisasi.

Suku Badui adalah salah satu suku di Indonesia yang jauh dari kata modernisasi. Urang Kanekes, Orang Kanekes atau Orang Baduy/Badui merupakan kelompok etnis masyarakat adat suku Banten di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.

Masyarakat Badui yang tinggal di Pegunungan Kendeng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak banyak dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara. Potensi objek wisata Badui memiliki nilai jual karena tidak terdapat di daerah lain di Pulau Jawa.

Masyarakat Badui masih mempertahankan adat leluhur dengan menolak kehidupan modern, seperti penerangan listrik, peralatan elektronika, maupun jalan beraspal. Bahkan, masyarakat dalam badui kemana pun pergi harus berjalan kaki dan tidak boleh menggunakan angkutan kendaraan.

Masyarakat suku Badui sangat berpegang teguh dengan adat istiadat. Mereka menjalankan peraturan leluhur dan menolak segala pengaruh dari luar suku mereka.

Orang Kanekes menolak saran pemerintah untuk membangun sekolah dan segala fasilitasnya di wilayahnya. Akibatnya banyak masyarakat Badui, terutama Badui Dalam, yang tidak bisa baca tulis. 

Luhurnya adat yang berlaku di wilayah suku Badui juga terlihat di kehidupan sehari-hari. Mereka selalu bergotong-royong, serta hidup sederhana. Profesi utama masyarakat suku Badui adalah bertani, sehingga keadaan alam sangat menentukan kelangsungan hidup mereka.

BACA JUGA :   Miris! Apakah Tebing Tinggi Layak Jadi Kota Badut Anak?

Banyak aturan yang ada di suku ini bertujuan untuk tetap menjaga kelestarian alam di wilayah Badui. Larangan tersebut berupa tidak boleh menggunakan bahan kimia seperti sabun dan pasta gigi saat mandi, hingga larangan membuang sampah plastik sembarangan terutama di sungai. 

Karena tertutupnya suku Badui, maka banyak sekali wisatawan yang penasaran dengan kehidupan suku ini. Sempat beberapa kali wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara yang mencoba untuk menetap di suku Badui. Namun, para petinggi di suku badui merasa marah, karena dari beberapa wisatawan tersebut sempat ada yang mengambil foto keadaan desa.

Karena kejadian ini penduduk suku Badui sempat meminta kepada pemerintah agar daerah mereka di hilangkan dari maps agar tidak ada yang bisa menemukan daerah mereka. Dan kini mereka menolak jika ada wisatawan yang ingin masuk ke daerah mereka lagi.

Menurut kamu gimana kalau kamu yang selama ini tidak pernah ketinggalan gadget harus tinggal di anatara penduduk suku Badui yang jauh dari modernisasi ? Tapi kemungkinan hidup kamu bakal lebih nyata ya guys… Gak dunia maya melulu yang dihadapin.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *