Miris! Apakah Tebing Tinggi Layak Jadi Kota Badut Anak?

Sumber : pengguna media sosial

Apakah ungkapan judul diatas merupakan ungkapan yang pantas dan layak disebutkan untuk kota Tebing Tinggi saat ini.

Hampir di seluruh pelosok kota hingga pinggiran kota Tebing Tinggi ada pertunjukkan badut boneka mampang yang tidak lain dilakoni oleh anak anak di usia sekolah.

Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan,bagaimana sikap Pemko Tebing Tinggi mengatasi persoalan badut Mampang ini berkeliaran di seluruh kota?

Bukannya bapak Walikota menyatakan kalau Kota Tebing Tinggi dulunya adalah kota layak anak,kenapa sekarang bisa berubah menjadi badut anak?

Tidak tahu,apakah virus Corona begitu menakutkan sehingga Pemko lupa ada tugas begitu penting untuk generasi kita kedepannya? Sehingga jika anak dibiarkan belajar daring dirumah,maka sangat tidak layak anak dibiarkan menjadi badut penghibur demi mengumpulkan rupiah.

Tidak jarang alasan ketidak mampuan membeli paket untuk belajar daring,menjadi faktor utama penyebab anak anak tersebut sanggup melakukan pekerjaan seperti ini.

Namun selain peran pemerintah,peran orang tua juga sangat penting untuk melarang anak anaknya bekerja sebagai badut boneka Mampang ini.

Solusi lainnya adalah segera berlakukan sekolah aktif,sehingga mereka akan sibuk dengan banyaknya tugas sekolah mereka hadapi.

Diakhir tulisan ini,penulis beropini bahwa peran pendidikan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah,namun keluarga adalah pihak terpenting dalam membentuk kepribadian dan masa depan sang anak,sebagai generasi masa depan kita.

Penulis : Opini Nusantara

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   5 Kalimat Ini Ternyata Diam-Diam Bisa Sangat Melukai Hati Suami Loh! Mohon Dikurangi ya Bund..
Share
3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
%d blogger menyukai ini: