• Rab. Jul 28th, 2021

Prosedur Penyusunan Skripsi

ByA Anggita N Putri

Des 11, 2020

Penentuan Tema Skripsi

Sebelum proses penulisan skripsi dimulai tentu saja harus ditentukan tema apa yang akan diangkat sebagai judul skripsi. Penentuan tema ini menjadi penting sebab sangat mustahil seorang mahasiswa akan dapat menyelesaikan skripsinya apabila tidak menentukan temanya. Penentuan tema judul skripsi bagi sebagian mahasiswa menjadi suatu yang berat apabila tidak terlatih untuk menemukan ide yang tepat sebagai tema dalam menentukan judul skripsi. Dalam kaitan ini, sangat penting juga disebutkan beberapa upaya yang dapat disebut sebagai hal untuk memudahkan bagi mahasiswa dalam menemukan tema yang tepat sebagai judul penelitian.

Upaya untuk menemukan tema dalam memilih judul skripsi—sebenarnya tidaklah terlalu sulit bagi sebagian kecil mahasiswa—apabila sebelumnya telah mempersiapkannya secara baik. Namun, kenyataanya mahasiswa terkadang sulit untuk menemukannya disebabkan banyak faktor. Untuk itu, saya melihat ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menemukan ide dalam menentukan tema sebagai judul skripsi, di antaranya:

Pertama, Banyak membaca. Membaca memang sering diistilah dengan jendela dunia maka semakin banyak membaca tentunya semakin banyak pula hal yang diketahui. Oleh karena itu, membaca yang disebutkan di sini tentu saja membaca buku-buku yang berkaitan dengan bidang yang didalami. Buku-buku itu ada yang berbentuk secara teks konvensioanal, ada juga buku dalam bentuk sumber belajar elektronik seperti dalam komputer. Kaitan membaca dengan penemuan ide dalam upaya menentukan tema judul skripsi umpamanya dalam setiap teks yang dibaca, selain memang menggugah pembaca untuk lebih dalam mengetahui, juga terkadang menyisakan pertanyaan maka saat itu telah berlangsung sebenarnya proses pememuan ide untuk dijadikan tema dalam menggagas judul penelitian skripsi yang sedang dihadapi.

Kedua, Banyak diskusi. Banyak diskusi yang dapat dilakukan dengan siapa saja, terutama dengan sesama teman mahasiswa, atau juga kepada dosen, atau siapa yang dianggap dapat membantu. Dalam berdiskusi biasanya dilakukan dengan cara memaksa ide-ide yang ada di dalam pikiran untuk diwacanakan kepada teman diskusi, yang kemudian direspon langsung teman diskusi tersebut. Saat proses diskusi itu berlangsung maka saat yang bersamaan pula ide penemuan tema skripsi yang relevan dikemukan. Untuk itu, dengan banyak diskusi—terutama para ahli—sangat membantu dalam proses menemukan ide yang tepat dalam menentukan judul skripsi.

Ketiga, melihat katalog judul-judul skripsi yang pernah ditulis sebelumnya. Melihat katalog tentu saja dimaksudkan dengan melihat daftar judul-judul skripsi yang pernah ditulis, paling tidak seorang mahasiswa akan berpikir bahwa ternyata masih ada suatu permasalahan yang belum pernah diungkap mahasiswa sebelumnya. Karena memang tidak ada suatu penelitian skripsi yang sempurna. Bahkan, skripsi itu hanya mencakup hal-hal yang bersifat deskripsi semata—sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya—tentu akan sangat terbuka peluang besar untuk menemukan apa-apa saja yang belum ditulis para mahasiswa sebelumnya.

Berdasarkan pemaparan dari ketiga yang disebutkan di atas sangat membantu mahasiswa untuk menemukan ide dalam menentukan tema apa yang tepat dijadikan sebagai judul skripsi. Apabila judul skripsi telah ditemukan dan menurut mahasiswa sudah layak untuk dijadikan tema judul skripsi maka sebenarnya langkah awal yang paling tepat dilakukan adalah membaca literatur yang berkaitan dengan tema yang ditemukan tersebut sebanyak mungkin dengan membaca literatur yang berkaitan akan semakin memperjelas ke arah mana sebenarnya tema yang dipilih tersebut. Setelah itu, langkah yang tepat selanjutnya dengan mewacanakannya kepada teman sesama mahasiswa, atau kepada dosen, atau kepada siapa saja yang dianggap layak untuk diwacanakan sebagai uji awal validitas dan relevansi ide tersebut.

ga-galau

Penyusunan Skripsi

Setelah selesai memukan ide yang tepat untuk dijadikan sebagai judul skripsi maka langkah selanjutnya adalah proses penulisan skripsi. Proses penulisan skripsi ini tentu saja tidak sama bagi semua lembaga pendidikan karena memang dalam tahapan ini setiap lembaga pendidikan telah melakukan formalisasi menurut ketentuan yang telah disepakati oleh para ahli, terutama pimpinan di lembaga pendidikan tersebut. Untuk itu, langkah yang tepat bagi mahasiswa dalam proses penyusunan skripsi ini dengan sesegera mungkin untuk mengkonsultasikanya dengan Ketua Program Studi bagaimana teknis selanjutnya.

Secara konvensional penyusunan skripsi ini dibagi pada lima bab, yang mana setiap babnya berisikan sub-sub bab. Namun, sebelum sampai pada proses penulisan utuh skripsi biasanya terlebih dahulu disusun dalam bentuk proposal penelitian. Proposal ini biasanya terdiri atas tiga bab, yaitu bab I, bab II, dan bab III. Setelah proposal yang disusun tiga bab selesai maka terlebih dahulu diseminarkan secara regional, yang dihadari para mahasiswa dan dipandu seorang dosen pembimbing sebagai pengarah untuk mengawal proses seminar tersebut.

Dalam proses seminar ini segala bentuk masukan dari para mahasiswa dan catatan dosen pembimbing harus dilengkapi dalam proposal tersebut apabila memang dianggap penting untuk dimasukkan. Setelah proses itu selesai dilengkapi maka selanjutnya dimulai dari proses bimbingan proposal dan setelah mendapat persetujuan dari pembimbing maka langkah selanjutnya mahasiswa tersebut diperbolehkan memasuki tahapan penulisan dari isi skripsi secara utuh. Adapun skema umum digunakan dalam proses penulisan skripsi dapat dijelaskan berikut ini:

Pertama, Bab I: Pendahuluan berisikan beberapa sub bab, di antaranya latar belakang masalah, rumusan masalah, fokus dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian. Untuk lebih mudah memahami apa saja yang berkaitan dengan bab I ini maka berikut ini akan dijelaskan satu persatu, yaitu:

  • Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisikan tentang gambaran umum tentang masalah yang akan diteliti. Dalam proses penulisan latar belakang masalah sedikitnya ada tiga model yang biasanya dilakukan, yaitu dalam bentuk piramida tegak, piramida terbalik, dan bangunan kubus. Secara lebih teknis berikut ini akan dijelaskan di antara model-model penulisan latar belakang masalah.

Gambar I

Model Piramida Tegak

Model piramida tegak dimaksudkan bahwa dalam proses penulisan latar belakang masalah dimulai dari informasi yang sangat spesifik. Kemudian, menuju pada informasi yang bersifat general. Model latar belakang masalah seperti ini sangat jarang digunakan sebab terkadang informasi terlalu melebar. Namun, model piramida tegak ini kaya dengan informasi yang berkaitan dengan tema yang sedang diteliti.

Gambar II

Model Piramida Terbalik

Model piramida terbalik dimaksudkan bahwa dalam proses penulisan latar belakang masalah dimulai dari informasi yang sangat general sekali, bahkan terkadang hampir tidak bersentuhan langsung dengan tema yang sedang ditulis. Kemudian, menuju pada informasi yang sangat spesifik. Model seperti inilah yang paling banyak dilakukan dalam setiap penulisan penelitian karya ilmiah, baik itu skripsi, tesis atau disertasi karena lebih mudah dari yang model piramida tegak.

Gambar III

Model Bagunan Kubus

Model bangunan kubus dimaksudkan bahwa dalam proses penulisan latar belakang masalah dimulai dari tema utama skripsi dan tidak diselingi dengan informasi lainnya. Model latar belakang seperti ini biasanya bersifat monoton karena tidak diselingi dengan informasi lainnya, dan model seperti ini juga sangat jarang digunakan dalam proses penulisan latar belakang sebab membutuhkan banyak referensi dan cenderung terlalu teoritis.

  • Rumusan Masalah

Rumusan masalah berisikan tentang tema utama yang akan dicari jawabannya melalui penelitian skripsi yang dilakukan. Rumusan masalah ini biasanya dibuat dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan supaya lebih mudah untuk menentukan apa-apa saja yang akan ditelusuri melalui penulisan skripsi ini. Untuk itu, rumusan masalah menjadi penting terlebih dahulu ditentukan karena rumusan masalah ini sangat menentukan ke arah mana penulisan skripsi yang sedang dilakukan.

Dalam menentukan rumusan masalah harus berisikan pertanyaan yang berkaitan langsung dengan judul skripsi sebab dengan melakukan yang demikian akan lebih terkonsentrasi pada tema utamanya yang akan ditemukan jawabannya. Untuk membuat rumusan masalah itu terlebih dahulu ditentukan variabel-variabelnya supaya semua dapat terakumulasi dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah.

  • Fokus dan Pembatasan Masalah

Fokus yang dimaksudkan di sini supaya menentukan pembahasan yang tidak terlalu melebar dengan informasi lain sehingga kesannya tidak tuntas permasalahan yang akan ditulis, dan juga tidak terlalu monoton dengan informasi yang berkaitan dengan tema utama saja, tetapi fokus yang dimaksudkan tetap saja harus diselingi dengan informasi lainnya yang dianggap penting selama tidak memberi pengaruh yang berarti bagi tema utama skripsi tersebut.

BACA JUGA :   Dear Mahasiswa, Stop Menyebut Masyarakat dengan Sebutan Awam

Sedangkan pembatasan masalah adalah upaya untuk membatasi masalah pada bidang-bidang tertentu saja. Dengan pembatasan masalah ini dimaksudkan supaya penulisan skripsi itu hanya terkonsentrasi dengan tema yang telah ditentukan. Karena memang tanpa adanya pembatasan masalah akan memberi pengaruh yang kurang baik bagi hasil penulisan yang dilakukan. Untuk itu, pembatasan masalah harus ditentukan supaya proses penulisan skripsi dapat berjalan secara terkendali.

  • Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah upaya yang akan dilakukan dalam menemukan jawaban-jawaban yang sebelumnya telah ditentukan pada rumusan masalah. Untuk itu, tujuan penelitian harus bersentuhan secara langsung dengan apa-apa yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah sebelumnya.

  • Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian adalah upaya menemukan apa-apa yang diharapkan dari hasil penulisan skripsi tersebut. Secara umum biasanya skripsi itu memiliki dua kegunaan, yaitu kegunaan teoritis dan kegunaan praktis. Kegunaan teoritis adalah sebagai upaya pengembangan dari teori yang ada sebelumnya, dan kegunaan praktis berisikan kegunaan yang bersifat subjektif, baik itu untuk memenuhi tugas akhir penyelesaikan pendidikan dalam memperoleh gelar kesarjanaan. Selain itu juga, tujuan praktis penulisan skripsi itu untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa yang menulis skripsi tersebut.

Kedua, Bab II: Landasan teoritis berisikan sub bab yang berkaitan dengan langsung dengan landasan teoritis, seperti pengertian istilah, teori-teori yang berkaitan dan pengajuan hipotesa, walaupun sebenarnya masih dapat dilengkapi dengan beberbagai teori lainnya yang mendukung teori-teori yang berkaitan langsung dengan pembahasan landasan teoritis sebuah skripsi yang sedang ditulis. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan berdasarkan sub judul yang telah disebutkan di atas.

  • Pengertian Istilah

Pengertian istilah yang dimaksudkan bahwa dalam proses penulisan skripsi itu harus secara detail memperbincangkan pengertian istilah yang berkaitan dengan tema utama skripsi. Dalam menjelaskan pengertian istilah ini mahasiswa yang menulis skripsi ini harus terlebih dahulu merujuk pada kamus-kamus yang dinilai standar untuk menjelaskan pengertian istilah-istilah penting. Untuk konteks kamus bahasa Indonesia yang dinilai standar adalah “Kamus Besar Bahasa Indonesia[1], yang disusun Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan kamus yang berkaitan dengan istilah asing harus yang ditulis dalam bahasa tersebut. Kalau dalam bahasa Arab minimal harus merujuk kamus yang standar seperti “Qāmus al-Munjid fī al-Lughah wa A‘lam” yang ditulis oleh Lois Ma‘lūf.[2] Begitu juga, dengan kamus bahasa Inggris, paling tidak harus merujuk “An Indonesian-English Dictionary” yang disusun oleh Jhon M. Echols dan Hassan Shadily.[3]

Pemilihan kamus-kamus yang disebutkan di atas sebagai upaya untuk menjelaskan istilah-istilah yang berkaitan dimaksudkan supaya penjelasan di dalam kamus itu dapat menjadi penjelasan awal istilah yang digunakan dalam penulisan skripsi tersebut. Setelah merujuk ke dalam kamus—sebagaimana yang disebutkan—maka untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam tentang istilah utama yang sedang diteliti maka pemilihan merujuk pendapat para ahli dalam bidang yang sedang diteliti menjadi suatu yang harus dilakukan.

Merujuk pendapat para ahli ini supaya ditemukan defenisi yang benar-benar dapat memberikan pemahaman yang lebih dari hanya sekedar informasi-informasi yang dimuat di dalam kamus. Dalam upaya menemukan pendapat para ahli sejatinya harus merujuk pada buku asli yang ditulis para tersebut. Pemilihan penulusuran pada buku asli yang ditulis para ahli tentu saja diharapkan supaya pendapat-pendapat yang berasal dari ahli tersebut benar-benar terjaga keorisinalannya. Untuk menyebut umpamanya kalau mahasiswa menulis tentang komunikasi Islam merujuk pada buku-buku yang ditulis oleh Syukur Kholil atau tentang konseling merujuk pada buku-buku Lahmuddin Lubis atau juga tentang dakwah merujuk pada buku-buku Abdullah, dan lainnya. Begitu juga kalau merujuk pendapat ahli dari asing harus dirujuk karya yang ditulis oleh ahli tersebut dalam bahasa aslinya, tentang hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.

  • Teori-teori yang Berkaitan

Adapun yang dimaksud dengan teori-teori yang berkaitan bahwa mahasiswa yang menulis tentang tema psikologi pendidikan misalnya harus menjelaskan teori-teori yang berkaitan dengan itu. Penjelasan teori-teori ini dapat saja dibuat dalam satu atau lebih dari dua bab, sangat tergantung pada kemampuan mahasiswa tersebut. Pengungkapan teori-teori tersebut paling tidak supaya dapat ditemukan apa-apa saja yang berkaitan dengan itu supaya dapat lebih mudah dijelaskan apa-apa saja faktor yang mendukung dan menghambatnya.

Pengungkapan teori-teori yang berkaitan dengan tema utama skripsi—selain memang—akan menguji kesahihan teori-teori tersebut juga tidak kalah pentingnya adalah upaya pengembangan teori itu menjadi lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam pemahaman mahasiwa tersebut. Namun, dalam konteks penulisan skripsi upaya yang disebutkan terakhir ini hampir tidak pernah dilakukan mahasiswa sebab memang mahasiswa terkadang belum terlatih untuk mempertanyakan ulang sebuah teori. Jika demikian, pengungkapan teori itu sebenarnya dapat dipahami sebagai legitimasi terhadap semua komponen dari sebuah tema skripsi yang sedang diteliti.

Di sisi lain, pengungkapan teori menjadi syarat utama dari sebuah karya ilmiah sebab tanpa adanya teori-teori yang berhubungan maka sudah tentu wujud dari skripsi yang dihasilkan itu tidak akan sempurna. Bahkan dapat dikatakan belum layak disebut sebagai sebuah skripsi yang berisikan kerangka temuan ilmiah. Untuk itu, pengungkapan teori-teori yang berkaitan dengan tema judul skripsi menjadi suatu yang tidak dapat diabaikan. Untuk menyebut umpamanya tentang teori-teori ini kalaulah judul skripsi tentang minat dan motivasi maka teori tentang faktor-faktor yang menumbuhkan minat dan motivasi menjadi sangat penting sekali diungkap secara baik dan detail.

  • Pengajuan Hipotesis

Pengajuan hipotesis sebenarnya tidaklah menjadi suatu kemestian dalam sebuah skripsi sebab banyak skripsi yang tidak dimuati hipotesis penelitian. Namun, apabila—selama—hipotesis itu dipandang perlu maka sangat pentinglah mengajukan hipotesis tersebut. Hipotesis adalah merupakan dugaan sementara dari seorang peneliti maka hipotesis itu harus berikan prediksi tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan dihasilkan dari penulisan hasil akhir penelitian skripsi tersebut.

Dalam kenyataannya memang, umumnya apa yang menjadi hipotesis peneliti menjadi terbukti dalam hasil akhir skripsi, tetapi tetap saja terbuka kemungkinan bahwa apa yang dijadikan sebagai hipotesis tidak terbukti sebagaimana yang diprediksi. Oleh sebab itu, hipotesis hanya berisikan dugaan sementara, bagaimana hasilnya tetap saja ditentukan penelitian skripsi tersebut. Pentingnya penentuan hipotesis setidaknya memberikan gambaran bagi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang akhir dari sebuah skripsi yang sedang ditulis tersebut. Namun, tetap saja unsur subjektifitas penulis tetap memberi pengaruh dalam menentukan akhir penelitian tersebut maka pemberikan hipotesis seharusnya jangan sampai mempengaruhi objektifitas skripsi.

Ketiga, Bab III: Metodologi penelitian terdiri atas lokasi penelitian, sumber data, populasi dan sampel, alat untuk mengumpulkan data, teknik pengolahan data dan analisa, dan sistematika pembahasan. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan satu persatu tentang apa saja yang berkaitan dengan sub judul dari sebuah metodologi penelitian. Akan tetapi, sebelum sampai pada tahapan pembahasan berikutnya ada baiknya dijelaskan dulu apa yang dimaksudkan dengan metodologi penelitian. Metodologi secara semantik berasal dari dua kata, yaitu “metode” (method) yang berarti cara atau teknis dan “logi” (logos) berarti ilmu. Jika demikian, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan metodologi adalah ilmu yang berkaitan dengan cara atau teknis sesuatu itu dilakukan.

Pentingnya sebuah metodologi dalam penulisan skripsi, bahkan semua penelitian ilmiah sangat tergantung pada metodologi tersebut. Artinya, apabila metodologi yang digunakan baik dan tepat sasaran maka tentunya juga hasil yang diberikannya juga akan memberikan hasil yang baik pula. Begitu juga apabila metodologinya tidak tepat juga memberi dampak yang tidak baik pula bagi hasil penulisan skripsi yang sedang dilakukan. Oleh sebab itu, tidak mengherankanlah kalau semua penelitian ilmiah menjadikan metodologi merupakan hal yang terpenting dalam upaya memberikan hasil yang maksimal dari penelitian tersebut.

Dalam penulisan skripsi biasanya metodologi ini dijelaskan dalam beberapa sub bab, yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

  • Lokasi Penelitian
BACA JUGA :   Debus dan Tirakat

Lokasi penelitian yang dimaksudkan adalah penentuan di mana penelitian skripsi itu dilakukan. Umumnya ini hanya berlaku pada penulisan skripsi yang mengambil tempat lokasi tertentu, bagi penulisan skripsi yang tidak mengambil tempat seperti yang melakukan kajian pustaka (library reserach) semata dalam bentuk deskripsi teks, atau pemikiran, tidak membutuhkan penjelasan lokasi penelitian ini, tetapi diganti dengan deskripsi tentang objek yang sedang atau akan diteliti tersebut. Dalam menjelaskan lokasi penelitian setidaknya ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yaitu 1) penjelasan tentang alamat lokasi penelitian secara detail; 2) pengungkapan sejarah tempat yang diteliti—kalau memang dianggap penting; 3) struktur kepengurusan yang ada di tempat lokasi penelitian. Untuk itu, kalau penelitian dilakukan di sekolah maka pemaparan struktur kepengurusan sekolah menjadi penting dipaparkan, termasuk juga segala bentuk sarana dan prasarana, kalau itu dianggap penting disebutkan untuk mendukung penelitian yang sedang dilakukan.

Penyebutan lokasi penelitian ini setidaknya apabila ada peneliti berikutnya dapat melakukan survei ke tempat yang sama, atau juga apabila pihak pembimbing ingin melakukan pembuktian atas temuan skripsi yang ditulis mahasiswa dapat menindak lanjutinya dengan mengunjungi tempat lokasi tersebut. Di sisi lainnya, penyebutan lokasi penelitian secara lengkap akan menghindarkan pada upaya penyimpangan data-data atau informasi-informasi dari sebuah skripsi yang telah ditulis mahasiswa. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa lokasi penelitian ini menjadi bagian yang sangat menentukan dari sebuah bangunan skripsi yang sedang ditulis.

  • Populasi dan Sampel

Setelah menjelaskan lokasi penelitian maka selanjutkanya seorang mahasiswa yang menulis skripsi juga harus menjelaskan tentang populasi dan sampel penelitian supaya lebih mudah menentukan berapa jumlah populasi dan berapa jumlah sampelnya. Untuk itu, dijelaskan dulu apa yang dimaksud dengan populasi tersebut. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai test atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.[4] Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa populasi merupakan jumlah dari keseluruhan dari objek yang diteliti.

Untuk konteks penelitian skripsi pendidikan lazimnya yang dijadikan objek ini murid / mahasiswa karena memang yang umumnya dijadikan objek utama penelitian adalah yang kedua ini, walaupun tetap saja yang lain tetap terbuka lebar dijadikan populasi penelitian, seperti guru, orang tua siswa, masyarakat, dan lainnya. Oleh sebab itu, penentuan populasi biasanya diambil keseluruhan dari objek yang akan diteliti tersebut. Apabila yang diteliti sebuah sekolah / lembaga perguruan tinggi maka keseluruhan siswa / mahasiswa menjadi populasi penelitian skripsi tersebut. Namun, apabila keseluruhan siswa / mahasiswa diteliti tentu saja akan mengalami kesulitan maka Untuk itu diperlukannya sampel penelitian.

Sampel yang dimaksudkan dalam penulisan skripsi adalah perwakilan dari keseluruhan jumlah total populasi sebab memang dengan sampel tersebut dapat mewakili populasi yang ada. Dalam penentuan sampel supaya dapat mewakili dari keseluruhan populasi maka dipilih sampel yang dapat mewakili dari jumlah populasi yang ada. Dalam penentuan jumlah sampel sangat tergantung pada populasi apabila populasinya di bawah angka 50-100, tentu saja sampel yang diambil dari jumlah populasi itu harus diseimbangkan dengan kondisi yang sedang diteliti tersebut.

  • Sumber Data

Sumber data merupakan penentuan dari proses penelitian skripsi dilakukan karena data tersebut menjadi hal terpenting yang akan diteliti. Dalam penentuan sumber data ini secara konvensional dapat dibagi pada dua bagian, yaitu:

     Pertama, Sumber data primer. Sumber data primer merupakan objek utama dari proses penulisan skripsi yang dilakukan maka umumnya sumber data primer ini menjadi penentu dalam proses penelitian yang sedang dilakukan. Data primer ini sangat tergantung apa yang sedang diteliti apabila yang diteliti adalah siswa / mahasiswa maka data primernya adalah siswa atau mahasiswa tersebut.

     Kedua, Sumber data skunder. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung dari data primer yang diperoleh maka biasanya data skunder ini merupakan bagian yang paling terdekat dari sebuah penelitian skripsi. Untuk menyebut umpamanya seperti Kepala Sekolah / Pimpinan, guru / dosen, siswa / mahasiswa, dan literatur yang berisikan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian tersebut.

  • Alat Pengumpul Data

Adapun dalam upaya mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian skripsi ini maka seorang mahasiswa harus menentukan beberapa langkah, di antaranya:

Pertama, Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung ke lapangan untuk menyaksikan secara langsung keadaan siswa / mahasiwa yang menjadi sumber data primer penelitian skripsi tersebut. pelaksanaan observasi dilakukan sebagai upaya untuk melihat secara langsung bagaimana sebenarnya yang terjadi di lapangan sebab dengan hanya memadakan hasil pengamatan atau laporan orang lain mahasiswa yang sedang menulis skripsi itu tidak benar-benar objektif dalam penelitian skripsinya.

Kedua, Interview (wawancara), yaitu mengadakan serangkaian tanya jawab dengan beberapa sumber data, baik itu primer ataupun skunder. Dalam melakukan interview tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya bahwa seorang mahasiswa yang akan melakukan interview, yaitu 1) mempersiapkan daftar pertanyaan karena biasanya tanpa daftar pertanyaan wawancara yang dilakukan dapat melebar dan keluar dari tema utama skripsi; 2) menentukan objek yang akan diwawancarai; dan 3) menyediakan alternatif jawaban atas daftar pertanyaan yang disediakan.

Ketiga, Angket, yaitu mengajukan sejumlah daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden yang dijadikan sampel dalam penelitian skripsi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KeempatLibrary research, yaitu mencari data-data dari dokumen yang ada di tempat lokasi penelitian dilakukan, dan juga mencari beberapa buku yang memiliki relevansi dengan tema skripsi yang sedang ditulis.

  • Teknik Pengolahan Data dan Analisa

Teknis pengolahan data dan analisa dilakukan dengan cara pengumpulan data, baik data kualitatif maupun data kuantitatif yang diklasifikasikan menurut jenisnya. Data yang berbentuk angka akan disajikan dengan menggunakan tabel perhitungan statistik. Sedangkan data kualitatif yang berbentuk uraian akan diolah dan dianalisa secara deskriptif dengan menggambarkan masalah apa adanya. Kemudian, setelah itu dianalisa dengan menggunakan teknik berpikir deduktif dan induktif.

Pemilihan teknik deduktif dengan melakukan pembahasan dari permasalahan yang umum pada yang lebih khusus, dan selanjutnya menarik suatu kesimpulan. Teknik induktif dengan menguraikan masalah beranjak dari persoalan yang khusus menuju pada penjabaran yang lebih umum untuk menetapkan suatu kesimpulan.

  • Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan dilakukan untuk memudahkan dalam menentukan apa saja yang berkaitan dengan bab dan sub bab yang ada dalam sebuah skripsi. Dalam penentuan sistematika pembahasan biasanya disusun berdasarkan bab-bab yang terdiri atas setiap bab berisikan sub bab.

Keempat, Bab IV: Laporan hasil penelitian terdiri atas prosedur penelitian, analisa dan penyajian data, pengujian hipotesa, dan analisis. Untuk itu, berikut ini yang dijadikan sebagai berikut.

  • Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini menjadi penting sebab dalam melaksanakan penelitian lapangan seorang mahasiswa harus mampu memberikan gambaran dari pelaksanaan penelitian tersebut, ataupun prosedur dari pelaksanaan penelitiannya. Hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa yang melakukan penelitian skripsi ini dalam melaksanakan penelitian ini dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana yang sudah direncanakan sebelumnya.

Di samping itu, dengan adanya prosedur penelitian maka seorang mahasiswa akan terbimbing untuk melaksanakan suatu pekerjaan itu menurut prosedurnya sehingga tidak terjadi overleping atau tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Itu semua harus didasari oleh prinsip-prinsip tersebut maka dalam penelitian ini seorang mahasiswa akan menyusun pelaksanaan penelitian itu tahap demi tahap sesuai dengan kepentingannya ataupun kegunaannya. Dalam melaksanakan prosedur penelitian setidaknya seorang mahasiswa harus melakukan beberap hal, di antaranya:

Pertama, Tahapan Persiapan. Tahapan persiapan ini bertujuan bahwa dalam prosedur penelitian seorang mahasiwa yang akan terjun kelapangan untuk mengadakan penelitian skripsi, maka sejatinyalah terlebih dahulu mengadakan studi pendahuluan.

Kedua, Studi dokumen, yaitu membaca buku-buku yang mempunyai relevansi dengan permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini. Pembacaan tentang referensi yang berkaitan sangat penting sebab tanpa adanya upaya pembacaan yang serius maka sangat dikhawatirkan hasil yang akan diperoleh tidak akan benar-benar sesuai sebagaimana yang diharapkan dan rendah nilai kualitas ilmiahnya.

BACA JUGA :   Yuk !!! Belajar Attitude Dari Hal Hal Kecil.

Ketiga, Wawancara pendahuluan, yaitu mengadakan penjajakan terhadap lokasi ataupun tempat yang akan dijadikan objek penelitian skripsi. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi hal-hal yang dapat menghambat jalannya proses penelitian nantinya. Di samping itu, wawancara pendahuluan itu akan memudahkan seorang mahasiswa dalam menyusun proposal awal dalam proses penulisan skripsi secara lebih lengkap.

Keempat, Perlengkapan surat riset, yaitu seorang mahasiwa harus terlebih dahulu meminta surat izin dari pihak lembaga pendidikan yang terkait untuk mengadakan penelitian. Hal ini dimaksudkan supaya pihak yang dijadikan objek penelitian dapat menerima dan membantu pelaksanaan penelitian selanjutnya.

Kelima, Menyusun daftar interview dan daftar Angket. Dalam penyusunan ini dimaksudkan untuk mengingat instrumen pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara dan juga angket.

  • Tahap Pelaksanaan Penelitian

Tahapan pelaksanaan penelitian yang dimaksudkan bahwa setelah seluruh perangkat yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti selesai dipenuhi langkah selanjutnya adalah mengadakan penelitian ke lapangan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahapan.

Pertama, mengadakan wawancara dengan Kepala Sekolah / Pimpinan untuk mengetahui secara umum tentang lembaga tersebut sehingga seorang mahasiswa dapat mengemukakannya dalam laporan penelitian skripsi;

       Kedua, Menyebarkan daftar angket kepada responden yang dijadikan sampel penelitian skripsi yang sudah ditetapkan dalam penelitian sebelumnya.

  • Analisa dan Penyajian Data

Analisa dan penyajian data yang dimaksudkan bahwa setelah selesai melaksanakan penelitian skripsi maka seorang mahasiswa harus melakukan langkah selanjutnya, yaitu dengan menyiapkan data yang sudah diperoleh tersebut menjadi satu laporan tertulis sebagai bukti dari hasil penelitian. Oleh sebab itu, data-data yang diperoleh dalam penelitian ini terlebih dahulu diolah dan dianalisis sesuai dengan kaidah penganalisaan data-data hasil penelitian.

Mengingat data-data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu data hasil wawancara dan data hasil angket maka kedua data tersebut disajikan dalam bentuk yang berbeda, yaitu data hasil wawancara disajikan dalam bentuk uraian bebas sementara hasil angket disusun dalam sebuah tabel hasil angket.

  • Pengajuan Hipotesa

Pengujian hipotesa dilakukan setelah selesai dilakukan proses pengolahan data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian di lapangan, baik data yang berbentuk hasil wawancara maupun yang diperoleh melalui hasil angket maka langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesa, yaitu langkah untuk menguji data membuktikan apa-apa yang sudah ditetapkan sebagai hipotesa. Dengan langkah yang demikian ini, akan diketahui kondisi hipotesa yang sudah diajukan apakah dapat diterima, atau bahkan mungkin ditolak sama sekali.

Namun di sini, perlu juga dipertegaskan bahwa yang jadikan sebagai data utama dalam menguji hipotesa adalah data hasil angket saja. Selain itu, data hasil wawancara tidak harus dikelompokkan mengingat keberadaannya sudah dapat dipahami maksudnya. Demikian juga tentang kecenderungannya sudah dapat diketahui. Untuk memudahkan langkah pengujian hipotesa ini seorang mahasiswa harus menyusun seluruh hasil angket ke dalam satu tabel matrik, sehingga dapat terlihat manakah di antara hasil angket tersebut yang menerima dan yang menolak yang sekaligus untuk memudahkan untuk memberikan suatu simpulan dari penelitian.

  • Analisis

Analisis yang dimaksudkan di sini bahwa setelah semua laporan hasil penelitian yang dilaporkan maka selanjutnya—walaupun tidak menjadi kemestian untuk memberikan—analisis. Proses analisis dilakukan apabila memang dianggap penting karena memang analisis ini akan mengurai kembali dari awal dari keseluruhan hasil penelitian. Kemudian, baru diberikan analisis menurut pengetahuan yang dimiliki mahasiswa yang menulis skripsi tersebut.

      Kelima, Bab V: Penutup terdiri atas kesimpulan, dan saran-saran. Dalam menjelaskan bab ini merupakan bagian dari terakhir dari proses penelitian skripsi yang dilakukan.

  • Kesimpulan

Kesimpulan berisikan tentang jawaban-jawaban terhadap rumusan masalah yang telah dijelaskan—pada bab II sebelumnya—karena memang inti dari keseluruhan skripsi ini sangat tergantung pada kesimpulan ini. Untuk itu, kesimpulan harus benar-benar berisikan jawaban-jawaban yang tuntas atas pertanyaan yang ada dalam rumusan masalah.

  • Saran-saran

Saran-saran yang dimaksudkan di sini bahwa setelah melakukan proses penelitian panjang dan melelahkan maka mahasiswa tentu saja menemukan beberapa kelemahan yang ada di lapangan. Untuk itu, mahasiswa harus memberikan saran-saran yang dianggap dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisikan tentang daftar judul literatur yang dijadikan bahan-bahan penelitian skripsi ini. Dalam penyusunan daftar pustaka ini harus berdasarkan abjad (A sampai Z), dengan ketentuan nama akhir dijadikan menjadi nama depan nama-nama penulis yang dijadikan rujukan dalam penelitian skripsi ini.

Misalnya.

Syukur Kholil, Komunikasi Islam (Bandung: Citapustaka, 2007).

Maka yang ditulis adalah

KholilSyukur, Komunikasi Islam (Bandung: Citapustaka, 2007).

Begitulah seterusnya.

Lampiran

Lampiran berisikan tentang daftar wawancara ataupun daftar angket dan data-data yang dianggap penting.

Biografi Penulis

Biografi penulis berkaitan tentang biografi singkat penulis skripsi, yang terdiri atas nama lengkap, tanggal tahun lahir, pendidikan, karya-karya—kalau memang ada, dan segala hal yang dianggap penting untuk disebutkan.

Bimbingan Skripsi

Bimbingan skripsi adalah proses konsultasi atau diskusi antara pembimbing dan mahasiswa yang sedang menulis skripsi. Setiap mahasiswa akan dibimbing oleh dua orang pembimbing yang terdiri atas pembimbing I berkaitan dengan masalah isi dan pembimbing II bagian dari metodologi penelitian skripsi. Penentuan pembimbing dilakukan setelah masa penyerahan proposal skripsi. Dalam penentuan pembimbing mahasiswa dapat mengusulkan dosen pembimbing dengan disertai alasan-alasan yang logis. Hal ini khusus untuk dosen pembimbing yang tidak disediakan oleh lembaga pendidikan.

Penentuan dosen pembimbing akan dipertegas dengan surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua / Pimpinan lembaga pendidikan tersebut. Untuk itu, sangat penting menjelaskan apa saja yang menjadi syarat pembimbing, di antaranya.

Pertama, Pembimbing adalah dosen tetap / tidak tetap di lembaga pendidikan atau seorang ahli dari luar lembaga tersebut;

Kedua, memiliki kualifikasi akademis pembimbing minimal bergelar Magister atau minimal memiliki JJA (Jenjang Jabatan Akademik) Lektor;

Ketiga. Memiliki bidang keahlian dalam membimbing yang harus sesuai dengan minat utama atau area kajian skripsi tersebut.

Persyaratan yang disebutkan di atas tetaplah terbuka peluang untuk dikembangkan berdasarkan kepenting lembaga pendidikan, yang didasarkan hasil keputusan bersama di kalangan dosen dan bagian akademik sebab memang penegasan ini penting untuk menjaga kestabilitasan proses penulisan skripsi mahasiswa.

Untuk lebih teknis, secara umum tugas pembimbing dalam penyusunan skripsi adalah mengarahkan mahasiswa dalam mempersiapkan proposal hingga penyelesaian penulisan skripsi secara utuh. Adapun tugas-tugas pembimbing meliputi beberapa hal.

Pertama, Menyediakan waktu atau mengatur jadwal bimbingan untuk mahasiswa yang dibimbing. Hal ini disepakati oleh pembimbing dan mahasiwa yang bersangkutan;

Kedua, Membantu mahasiswa menemukan sumber-sumber rujukan, baik dalam bentuk buku ataupun jurnal ilmiah, ataupun informasi-informasi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pembimbing tidak dibenarkan memberikan pemaksaan literatur bacaan kepada mahasiwa, melainkan hanya sekedar menyarankan saja;

Ketiga, membantu mahasiswa dalam memilih alternatif perumusan masalah, konsep atau teori, serta metode yang akan digunakan selama mahasiswa itu tidak memiliki konsep sendiri. Apabila mahasiswa tersebut memiliki konsep sendiri dan itu dibenarkan berdasarkan kriteria ilmiah maka seorang mahasiswa berhak untuk memilih sendiri konsepnya;

Keempat, memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa yang dibimbing selama itu tidak memasuki kawasan-kawasan yang sensitif, dan bersifat pribadi;

Kelima, memberikan penugasan atau petunjuk, arahan atau juga saran kepada mahasiswa sampai akhir penyusunan skripsi selesai;

Keenam, bekerja sama dengan pembimbing lainnya (pembimbing I atau pembimbing II) untuk menentukan spesifikasi bagian skripsi yang akan dibimbing

Berdasarkan pemaparan di atas dapat diketahui bahwa seorang pembimbing harus memiliki kualifikasi yang diakui, baik itu secara akademik ataupun kepangkatan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas penulisan skripsi yang dilakukan mahasiwa tersebut. Demikian juga halnya tentang tugas-tugas pembimbing sangat jelas dalam upaya menjaga segala hal yang dapat bertentangan dengan segala atribut ilmiah.[]

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *