Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Troma Jatuh Cinta Akibat Patah Hati Syndrom

Membuka hati untuk orang baru setelah perpisahan yang menyakitkan bukan perkara mudah. Tak hanya perlu waktu, perlu pula niat dan keberanian demi turun kembali arena perjuangan yang baru.

Untukmu yang hingga hari ini belum bisa membuka hati, tak ada yang salah denganmu. Kamu berhak punya waktu untuk menikmati kesendirian, merayakan kesendirian terlebih dulu. ini untukmu dan ketabahan mu !

Dia yang dulu kamu sebut sebut sebagai cinta sejati itu kini tak hadir lagi dia sudah hilang. Pertimbangan panjang dan perdebatan menghasilkan kata ‘pergi’. Orang bilang meninggalkan dan ditinggalkan adalah bagian tak terpisahkan dari pertemuan. Tapi bagiku, perpisahan ini siksaan.

hei “Kamu cuma patah hati — bukan mati,”  begitu ujar mereka yang berusha menyemangatimu untuk bangkit.

Mereka tak pernah tahu, kamu adalah manusia biasa yang hanya bisa jatuh cinta-setengah mati-lalu tak bisa lagi.

Bagiku jatuh cinta sama seperti proses terjun bebas dari Air Terjun Niagara. Seumur hidup, kegilaan itu hanya akan dilakukan sekali. Sebab kemungkinannya kamu berhasil sangat lah tipis lalu takkan mau mempertaruhkan nyawa lagi, atau bahkan harus mati.

Jika perpisahan ini adalah mimpi buruk, tentu saja aku memilih untuk tidak lagi tidur seumur hidup. Insomnia , atau bahkan mengikuti jejak Bella Swan jadi vampir yang bisa terjaga sepanjang waktu.

Orang-orang di sekitar menenangkanku dengan berkata bahwa orang baru akan tiba. Dia yang kelak datang bisa membuatku melupakan semua perih yang kini kamu rasakan. Pertanyaannya,

“Bagaimana jika hatiku yang sudah mati? ”

“Kamu harus berani. Turunkan bentengmu, bukalah hatimu. Bagaimana bisa kamu dicintai kalau kamu tidak berusaha mencintai orang lain lebih dulu?”

Orang mungkin memandangku sebagai pengecut yang terlalu takut untuk kembali membuka diri. Satu yang luput dari pandangan mereka, aku yang terlihat lemah saat ini sesungguhnya adalah pribadi yang berani. Menyudahi perasaan bukanlah perkara mudah. Ibarat pecandu narkoba, kamu perlu sakaw sekian lama sebelum benar-benar sembuh sepenuhnya.

BACA JUGA :   Terlahir Tak Kaya pun, Juga Privilege

Saat ini, rasa sakit itu jelas masih ada. Hanya saja, aku sudah bisa memperlakukannya sebagai penghrgaan yang kamu dapatkan dari perjalanan sebelumnya. aku sudah akrab pada perihnya menahan rindu seorang diri, membawa keinginan bertemu hingga terproyeksi dalam mimpi, aku makin bersahabat dengan sepi yang datang-pergi sesuka hati.

Aku lelah, tapi tidak menyerah.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: